Tampilkan postingan dengan label kepikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepikiran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 November 2011

Suara Pagi hari

asing dalam sentuhan udara dalam 1 ruangan. kita tersesat dalam translasi suara dan pandangan mata.

aku tak pernah tahu warna apa yang kau sukai. aku tak pernah tahu apa perasaanmu ketika kau mendengarkan lagu yg kusukai.. bahkan aku tak pernah tahu apa yang mungkin pikiranmu katakan ketika aku didepanmu

dan mungkin itu yang terjadi dikutub dimana semua kuasa engkau yang menggenggam.. kau juga kosong akan bayangan diriku.

mungkin kau tak pernah peduli. dari semua Aura yang kau pancarkan. aku bukan salah satu elemen itu.

tapi aku berani bersumpah, kau adalah setiap elemen yang kuhirup dipagi ketika matahari menyapa. di siang ketika kekejaman tekanan kebutuhan tak memberi toleransi untuk kebebasan.. dan di malam ketika kegalauan masa depan memeluk kencang setiap batin. kau ada disana.. dan aku selalu peduli dengan kenyataan.. kau ada seperti kau sekarang ini.

mungkin saatnya, mungkin juga memang selama ini sebaiknya oleh entah siapa yang berkekuatan besar.. kita tak saling mengenal lebih dekat. memang kenyataannya.. kita tak mengenal satu sama yang lainnya. tak ada garis penghubung. tak ada warna yang melekat.

dan aku menghentikan mempertanyakan sesuatu yang delusional ini. menahan gores di lapisan otak tentang keberadaan dirimu...

oh hasrat untuk berlabuh... kuhentikan kau dalam penantian.

Selasa, 17 Mei 2011

Dewan


Kita tahu beberapa waktu ini kisruh mengenai pembangunan Gedung baru DPR. sebuah gedung yang direncanakan akan dibangun dengan kemegahan dengan 36 lantai dan berbagai fasilitas mewah. beberapa sumber mengatakan bahwa fasilitas tersebut meliputi kamar istirahat lengkap dengan tempat tidur, sebuah supermarket dan yang paling mencengangkan adalah sebuah fasilitas kebugaran (dan saya benar benar tidak tahu apa maksudnya..bugar?).

sontak hal ini banyak menjadi pertentangan ditengah pandangan publik. bagaimana tidak? ditengah carut marutnya keadaan ekonomi, tingkat pengangguran yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang secara riil tidak menunjukan hasil yang signifikan. DPR berusaha men-goal-kan sebuah gak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. apa sebegitu pentingnya sebuah gedung baru dengan segala macam fasilitasnya? dan apakah semua ini akan menjamin kinerja DPR?

kinerja. mungkin itu yang sekarang ini dipertanyakan dari DPR dan pemerintah kita. disini saya mengeluarkan unek unek saya mengenai kinerja mereka yang sampai saat ini menurut saya gak lebih dari sebuah aksi panggil sana panggil sini rempong dengan permasalahan yang nggak selesai, belagak sibuk , lobi sana lobi sini. plesir sana dan plesir sini dan beberapa undang undang yang di hasilkan juga termasuk rancu dan hanya melindungi beberapa pihak. yang membuatnya tentunya

tengoklah kinerja rapat.. berapa yang membolos. berapa yang tertidur atau memilih melepas fokus ketika rapat kerja paripurna atau apapun namanya. yang cukup heboh adalah kejadian ketika salah satu anggota dewan kedapatan menonton video porno ketika rapat. dan sampai saat ini statusnya ga jelas. mengundurkan diri dan dicabut tetapi masih terdata dan melakukan program kerja (yang dapat diartikan ia masih digaji dll).

lalu kinerja apalagi? selain sebuah plesir yang dibalut dengan kalimat Studi banding ke manca negara. dengan semua subjek pembelajaran yang menggelikan. Subjek Etika, yang dipakai oleh dewan kita untuk melanglang buana ke Yunani.. lalu studi penanganan fakir miskin ke Australi. lalu apa yang didapat? itu mungkin pertanyaan besar. jawabannya? semua menghabiskan dana besar yang besar yang berasal dari pajak yang kita bayarkan. sudah menjadi rahasia umum bahwa kepergian studi banding mereka juga difasilitasi dengan berbagai macam fasilitas dan segala tetek bengeknya.. uang "jajan" yang digunakan untuk shoping.. bahkan yang lebih menggelikan adalah kunjungan ke Old trafford (markas Club sepakbola Manchester United) dan Santiago Bernabeu (stadion Real madrid) yang menurut logika saya itu hanyalah akal akalan semata berbalut "studi". kadang saya berpikir, apakah memang diharuskan Anggota dewan kita yang kesana? apa tidak memungkinkan kita yang meminta mereka mengirimkan ahlinya ke indonesia dan memberi pembelajaran? itu akan lebih efisien bukan?

lebih dari menyebalkan dan terasa amat sangat busuk. dan geram dengan semua kenyataan bahwa semua keuntungan fasilitas yang mereka dapatkan adalah dari semua yang kita bayarkan dari apa yang kita sebut pajak. yang merupakan kewajiban kita. tentunya yang kita harapkan selama ini adalah semua itu dipakai untuk pembangunan kesejahteraan rakyat.

namun bagi saya. uang hanyalah uang. bagaimana saya menyayangkan bagaimana kita hanya jadi sapi perah untuk keuntungan beberapa pihak. ada yang menurut saya sisi yang lebih menyedihkan. yaitu prioritas.. diluar bagaimana uang rakyat yang dipakai.. ada sebuah "kemanjaan", sebuah tuntutan dari anggota dewan kita yang lebih diprioritaskan oleh mereka sendiri ketimbang dengan kepentingan kita. sebegitunya mereka berasa "benar" dan merasa "urgent" untuk sesuatu yang Tidak kita (baca: rakyat) perlukan. yang tidak mengenai sasaran kepentingan rakyat. tengoklah gedung baru. bagi saya satu sekian triliun memang mubazir... walau ada yang ga semubazir ketika dibandingkan pembangunan fasilitas untuk sea games di Palembang. tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita memberi reaksi penolakan. apakah niat mereka berhenti? disitulah yang merupakan hal yang paling menyakitkan.

lebih dari itu. malah reaksi balasan yang dikeluarkan lebih menyakitkan. keangkuhan mereka dipelihara hingga subur dalam arogansi. anda pasti tahu apa yang saya utarakan..

sebuah statement dimana seorang anggota DPR RI menyatakan bahwa pembahasan gedung DPR bukanlah urusan rakyat dan Hanya menjadi pembahasan kaum elit. dan tidak sampai situ.. dalam sebuah pemberitaan mengenai rapat perseujuan pembangunan gedung. seorang anggota DPR dengan arogan menyatakan bahwasanny tidak bisa disamakan antara rakyat dan dpr. anggota itu dengan arogan menyatakan "Kita jangan aneh-aneh membandingkan dengan rakyat yang susah. Itu jelas berbeda. Apa kita harus tinggal di gubuk reot juga, becek-becekan, kita harus realistis" . dan itu keluar dari mulut anggota DPR dari komisi yang "plesir" ke Yunani dengan dalih studi banding mengenai etika.

nah apakah itu pantas? saat ini yang menyebalkan adalah sebuah mentalitas. sedari awalnya mereka menjadi anggota dewan adalah karena mereka dipilih oleh kita, rakyat.. dipilih dengan harapan mereka akan mengabdi untuk kepentingan rakyat. namun sekarang ini setelah seperti ini.. apa pantas mereka sekarang disebut sebagai wakil rakyat? tentunya nalar kita ini bisa menilai dengan cukup sederhana.

Dewan yang terhormat, yang dianggap mewakili kita. menjadi pengawas dari kebijakakan eksekutif pemerintah kita. menjadi begitu bias antara perbuatan dan tujuan. kita lihat nanti di penghujung 2013. sebagaimana payung payung mereka mencoba menjilat dukungan kita.

dan semoga dengan apa yang saya tulis panjang lebar walau tidak begitu wah. saya tetap mengingat semua ini ketika hari itu tiba.. (2014)

Jumat, 29 April 2011

hari ini mata memandang indah mereka... esok?




seharian kemaren saya hanya memperhatikan twitter dan yang ada hanyalah sebuah ritual pernikahan.

bukan pernikahan sekedar tetapi adalah pernikahan dari keluara ningrat inggris. ya kita bicara pernikahan Keluarga keraja Buckingham.

sebenarnya tidaklah mengganggu sih. hanya saja mungkin saya adalah sedikit dari beberapa orang yang memang tidak memikirkan masalah pernikahan mereka. well siapapun pasti akan menikah. dan itu adalah hari besar mereka.. adanya sebuah label "anak raja" atau "keluarga bangsawan".. membuat situasi itu jadi sebuah perbedaan. yah.. kelas, atau sebuah golongan yang berada di atas strata masyarakat pada umumnya. selalu menjadi hal yang menarik buat para spectator. saya tak menyalahkan hal itu.. kembali lagi.. ini keluarga kerajaan.

dan kita, sebagian dari manusia yang tumbuh bersama dongeng kurang lebih melihat kenyataan dari sebuah fantasi. selalu ada kata "and they lived happily ever after". walaupun kenyataan didepan kita tak pernah tahu. saya nggak bicara asal. tapi konkritnya saja bahwa memang seperti itu. ada pernikahan..ada perceraian... tanya charles.. maka sang pangeran pasti bisa mengomentari itu dengan banyak susunan kata.

saya masih ingat ketika kecil. Charles dan Diana dielukan sebagai pernikahan abad ini. ketika sang pangeran benar benar menemukan seorang putri cantik. dan mereka menemukan mahligai rumah tangga bangsa elite monarki. seakan akan memang rakyatnya menghargai dan it was a picture perfect.. namun yah perjalanan sejarah membuktikan. kita senang melihat mereka bersatu.. dan kita menikmati semua pemberitaan bagaimana mereka terpecah. Diana yang bercerai lalu berhubungan dengan seorang pengusaha dan meninggal dunia. hingga charles yang ternyata jatuh ke pelukan Camilla Parker Bowles. dongeng selalu mempunya kata "fin" di akhir cerita. namun tidak dunia nyata. manusia tak akan pernah menemukan kepuasan. jika kita puas dengan sebuah keindahan. maka batin kita puas mengetahui detail sebuah kehancuran. itu hukum dari rasa ingin tahu manusia dengan sejarah. ironis.. tapi itulah manusiawi manusia dititik seimbang antara memuji dan mengumpat.

saya pribadi. jujur, tak begitu peduli. kepedulian saya hanyalah sebuah tulisan diblog ini dimana saya ingin mengatakan bahwa pernikahan itu adalah umum. pangeran menikah, teman saya menikah, tukang nasi goreng langganan saya menikah, kamu menikah dan (mungkin) saya sendiripun akan menikah. hanya sebuah label monarki atau strata elite-rakyat jelata buatan media yang membedakan hal itu. hanyalah sebuah kelayakan konsumsi publik yang membuat hal itu seperti bumi dan langit. pemberitaan over-hype. saya amini dan saya tak mau berkutat dengan hal itu. kenyataan yang pasti.. kabar baik pernikahan itu hanyalah segelintir dari dari sebuah kabar.. saya tidak ingin ketinggalan kabar yang lain.

semoga. semoga saja pernikahan pangeran dan istrinya punya berkah tersendiri. bagi saya.. figure orang penting menikah itu punya nasib tersendiri. things would never becoming more easier than before.. tidak. tidak dengan kerempongan media dan para penggemar. semoga saja dunia tidak "jahat" dengan ke-ekslusif-an mereka.

bagaimana kisah William dan kate berlanjut? well.. kita sendiri hanya menunggu prahara dongeng kisah nyata ini..

Sabtu, 09 April 2011

hanya dari sebuah cetakan struk.. (agen part 1)

agak menyeramkan sih ketika satu persatu informasi didapatkan hanya dengan melihat pengaliran keuangan kita.

bisa diketahui kita melakukan transaksi apa..dari situ yang paling menyeramkan dengan sedikit perhitungan maka bisa diketahui apakah kita aktif bergerak atau tidak, kita bisa diketahui taste kita..bahkan dengan siapa kita berada....

seram sekali yah bagaimana mereka bergerak...

ini mengingatkan diskusi saya dengan echi kemarin malam. bagaimana menyeramkannya spionase. dan tidak selalu seperti apa yang digambarkan dikepala kita bahwa pengejaran dan pengintaian yang menjadi penggambaran standart.

dari apa yang saya dapatkan saat ini.. adalah salah prioritas utama yang memang dipakai oleh intelejen sebagai senjata untuk dalam bekerja. yang pertama mungkin adalah Informasi. kontrol informasi.

ada sesuatu yang cukup wah dari intelejen adalah.. bagaimana mereka harus bisa membuat kita berpikir sesuai dengan apa yang mereka inginkan.. tidak ini bukan masalah status quo atau apa. tapi bagaimana kenyataan yang ditutupi secara apik bahkan dengan skenario yang ada (baca (dis)inform , itu sebagian digambarkan disitu)

dan bisa dibayangkan betapa protektifnya dan offensif-nya manuvernya?? well.. ini baru permulaan....

Jumat, 18 Maret 2011

Minyak Oh minyak.... Pt 1 : Kisah global warming untuk si kaya dan miskin







(Ditulis tahun 2008. ya saya mengimport tulisan tulisan lama saya..)



kita tahu tadi jam 00:00 Harga BBM dinaikan oleh pemerintah dengan landasan bahwa kenaikan harga minyak dunia yang tidak bisa dihindari. sedangkan keadaan ini membuat pemerintah tak mampu lagi mempertahan situsi Subsidinya sehingga harga BBM dinaikan

saya sempat berpikir mengapa harga BBM dunia bisa naik.....banyak orang berpikir bahwa Kenaikan ini dikarenakan oleh keadaan yang semakin langka....well orang orang awam selama ini yang memang tersetting pikirannya bahwa minyak bumi sendiri akan habis dan semakin langka dengan laju industri dunia yang begitu massive... jadi sewajarnya jika memang jika harga minyak dunia melonjak...

tapi apa memang begitu ??? saya rasa tidak.... banyak ditemukan ladang minyak baru.... salah satunya mungkin adalah brazil yang konon terbesar didunia

ketika kita berbicara harga... maka kita juga berbicara taktik. belom tentu bahwasannya teori "suply, demand dan Price" itu dijalankan dengan begitu alami... ketika harga itu uang dan perdagangan itu begitu sadis... selalu ada agenda yang berada dibalik itu.....

saya pernah berdiskusi dengan ayah saya mengapa minyak dunia melonjak drastis... dan ayah saya memberikan celetukan yang lumayan membuat saya berpikir...

"bagaimana jika para pedagang dan pengatur pengatur duit itu membuat motiv aji mumpung untuk menaikan minyak bumi.... seperti biasa... "its benefits thing" dek'...."

saya berpikir.... iya... dan keadaan semakin membuat saya dan ayah saya berpikir... menciptakan skema skema.... dan inilah yang terjadi

marilah kita berandai andai ketika minyak bumi yang memang dibutuhkan sebagai sumber tenaga bagi industri dan aktivitas lain memiliki demanding yang besarsetiap sudut disetiap negara didunia ini membutuhkan minyak bumi......dan itu kenyataan yang tak bisa disangkal

namun bagaimana jika faktor lain masuk kedalam perhitungan sehingga membuat minyak bumi harus dipertanyakan lagi apakah pantas atau tidak untuk dipakai...

yah ada faktor seperti bisa bisa masuk dalam perhitungan.... faktor yang mungkin agak luput dari pandangan.... yaitu faktor ramah lingkungan......

ramah lingkungan..... sudah tentu pembahasan ini memang booming diseluruh dunia.... entah apa itu untuk urusan kesehatan dengan segala tetek bengek global warming Al gore ataupun kehebatan teknologi ramah lingkungan yang dijargoni oleh korporasi korporasi multiinternasional.... faktor ini sudah menjadi begitu penting.... demi perubahan iklim yang dibahas di rio de jeneiro pada tahun 1979 hingga membuat protokol tokyo ditanda tangani sejak tahun 1998 itu merubah banyak ketentuan ketentuan setiap korporasi dalam menjalankan proses produknya... hal ini menjadikan negara negara maju menetapkan standarisasi yang bersifat global....dan ini berpengaruh terhadap posisi kepentingan minyak bumi....

negara negara maju mulai berlomba lomba dalam riset sumber daya baru yang "ramah lingkungan".... dan detik detik ini pun berjalan.

ketika riset terjadi...dan hasil yang didapat adalah sebuah karya cipta yang dipatenkan. yang membuat jargon neoliberalisme begitu menjadi indah untuk korporasi negara maju ini...kita berbicara tentang keadilan.... ketika sumber daya baru atau modifikasi sumber daya yang ada ini sudah didapat apa yang terjadi.... minyak bumi mulai tersingkirkan dan menunggu hari hari untuk tidak terpakai....

dan ini yang membuat kaum kaum keparat pialang pialang saham internasional dan korporat itu mengadakan agenda.... "mari kita jual minyak dengan harga gila.....sebelum minyak tak akan lagi dibutuhkan"..... ya itu lah....itu yang terjadi. ketika banyak stock masih ditangan tetapi kesadaran bahwa waktu berjalan menuju "kadaluarsa" maka langkah ini akan menjadi sangat efektif..... para spekulator, pialang saham tersohor internasional dan kebijakan korporasi mampu menaikan harga tanpa harus dipertanyakan.... ingat... konsumen hanya tahu beres dan disodom....

lalu bagaimana dengan opec sebagai pengontrol harga minyak? mengontrol... memang ketika saat saat ini belom terjadi... tugas opec benar adanya menjaga keberadaan minyak tanah seimbang dengan harga dan suply... minyak disayang dan di pelihara harganya agar masyarakat dunia sebagai konsumen tidak tercekik dan tersinggung karena memang kitalah sebagai warga dunia adalah konsumen sejati.... namun ketika faktor rama lingkungan ini masuk? bubarlah semua.... negara negara kaya sekali lagi memikirkan sumber daya baru...bahkan arab... si Mbah pemilik kilang minyak yang terbanyak dan terbesar hingga mereka menjadikan minyak sebagai pembangun utama negara mereka sudah mulai mengesampingkan minyak.....mereka memulai melakukan investasi besar besaran pada teknologi sumber daya alternatif....otomatis ada kemungkinan yang paling besar terjadi.... mereka setuju dengan kenaikan harga yang dinaikan membabi buta karena mereka butuh dana besar buat investari riset..... kedua... mereka sudah siap dengan situasi seperti ini......

lalu bagaimana dengan kita? indonesia atau negara dunia ketiga...jujur... hanya dengan 2 kata saya bisa gambarkan.... Eat shit! dalam situasi seperti ini kita adalah sasaran empuk konsumen minyak mahal dunia tai kucing ini..... kita memang punya sumberdaya... banyak bukan hanya minyak saja...bukan hanya minyak.. tetapi semua itu sudah ludes di habisi oleh korporasi luar negeri dengan imbal balik yang tidak setimpal...jika anda "lupa" mungkin anda harus lihat freeport di irian yang tadinya gunung sekarang jadi lembah...... belom lagi penyelundupan minyak untuk dijual keluar negeri... dengan iming2 harga murah yang membuat negara lain keluar iler untuk membeli... ini sama saja mengurangi jatah minyak untuk skup nasional berkurang2 dan berkurang hingga diwajarkan harga untuk selalu naik dengan seenak hati.....

ibaratnya... kita sebagai rakyat awam... digangbang oleh banyak pihak... mulai dari kepentingan internasional.... profit dari multikorporat dan kelicikan bangsa sendiri....

Greed it is....the main problem.... we always try to get what we want, not what we need

Notes : source awal tulisan http://smithsback.multiply.com/journal/item/5